Peduli Generasi Bangsa, Polres Ponorogo Berikan Sosialisasi Bahaya Radikalisme,Terorisme Dan Intoleransi Serta Penanganannya

Peduli Generasi Bangsa, Polres Ponorogo Berikan Sosialisasi Bahaya Radikalisme,Terorisme Dan Intoleransi Serta Penanganannya

featured image
Ponorogo - Polres Ponorogo melalui Satuan Fungsi Intelkam menggelar Kegiatan Sosialisasi Bahaya Radikalisme, terorisme dan intoleransi serta penanganannya bertempat di Aula SMAN 1 Badegan.

Adapun yang ikut hadir dalam kegiatan tersebut Kasubnit Kamsus Sat Intelkam Aipda Eko Satriyo beserta anggota,Kepala sekolah SMAN 1 Badegan ,Perwakilan Gitu dan Siswa/i SMAN 1 Badegan

Dalam kegiatan ini yang di ikuti sebanyak 150 orang siswa/i dan Guru Bidang Kesiswaan.Kamis (21/07)

Kasubnit Kamsus Sat Intelkam Aipda Eko Satriyo Sebagai Narasumber mengatakan Kegiatan ini memberikan pencerahan Kepada Siswa/i tentang Bahaya radikalisme ,terorisme dan intoleransi terutama Generasi Muda yang perlu dijaga.
"Gen Z dan Milenial mendominasi. Kita harus memiliki daya tahan yg baik, ketahanan di bidang ideologi yg mumpuni agar anak muda tidak terpengaruh paham radikal dan terorisme," kata Aipda Eko Satriyo dihadapan Siswa/i SMAN 1Badegan

Ia menambahkan melihat sumber ketahanan agar tidak terpengaruh paham radikal dan terorisme sewajarnya dapat hadir pertama kali dari lingkungan keluarga dan kemudian dari lingkungan pendidikan yaitu sekolah.

"Jangan sampai anggota keluarga ini ikut kegiatan mengarah pada kejahatan termasuk terorisme. Peran pendidikan dari keluarga oleh orangtua, ayah dan ibu ini pertahanan utama," ujarnya.

Kemudian ketahanan dalam menangkal virus radikal dan terorisme juga datang dari tokoh agama yang selalu mengajarkan pentingnya moderasi beragama. Moderasi beragama merupakan konsepsi yang dapat membangun sikap toleran dan rukun guna memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa.

"Toleransi itu lawannya intoleran. Teroris itu punya kencenderungan yang kuat sebagai intoleran. Untuk itu harus dibangun semangat berempati dan bangun pengertian satu sama lain dan saling menghargai," ujarnya.

Sejumlah sumber ketahanan ideologi tersebut, masih juga kurang lengkap apabila tidak adanya kontra narasi dan propaganda di media sosial.

Saat ini, anak muda sebagian besar mengakses internet dan media sosial. Di ruang digital ini, para ideolog radikal dan terorisme sering melakukan propaganda untuk menggaet dukungan hingga merekrut anak muda untuk ikut menjadi teroris.

"Usia muda ini usia yang sangat baik sekali untuk mempersiapkan masa depan. Jangan sia siakan masa muda apalagi dengan terpengaruh paham radikalisme dan terorisme," jelasnya.

Acara selanjutnya Deklarasi Anti Radikalisme,terorisme dan Intoleransi
"Secara keseluruhan kegiatan sosialisasi berjalan dengan aman dan kondusif (**19/YY)

​​​​​

Posting Komentar

0 Komentar